Apapun buatmu sayang................
"Bagaimana bu mengatasi anak saya ini?"wanita usia 40an itu, nampak merasa resah dan terlihat wajah yang mulai putus asa.Sekilas kulihat wajahnya yang tadi menggebu menceritakan tentang anak semata wayangnya yang senantiasa di turuti kemauannya sekarang mulai susah diatur itu mulai menangis. Ibu, anakku belum berusia remaja, namun tugasku dalam harus bisa memahami bahkan membantu menyelesaikan masalah ini. Tentusaja menggabungkan berbagai teori yang ada dan pengalaman langsung dilapangan.Dan bukankah orangtua yang paling paham karakter anak?Tak selamanya menuruti keinginan anak itu berakibat baik. Ketika kecil dia bisa saja hanya minta mainan seharga 20ribu dan orangtua juga mampu, tapi bagaiman seiring waktu berjalan usia yang semakin besar permintaanya semakin bertambah dan barang yang diminta pun harganya juga bukan seharga mainan, padahal anak sudah semenjak dahulu dimanja dan dituruti kemauannya. Dia bercerita tentang panjang lebar tentang kesukaan anaknya dengan barang bermerk branded. Dari mulai baju sepatu kaos kemeja. Anak yang terbentuk seperti itu apakah karena pola asuh tua? bisa saja benar,apa yang kita lakukan ketika masih kecil akan melekat dalam dirinya, dan seiring waktu berjalan dia terpengaruh lingkungan sosial tempat tinggalnya dan teman-temannya.
Alangkah baiknya orangtua bisa memahami karakter anak sehingga mamapu mendidik mereka dengan tanpa tidak membuat anak kecewa bahkan dendam atas kehidupan dimasa lalunya karena itu akan menjadi sebuah kenangan yang suatu ketika bisa muncul. Kumencoba menggali ini dari berbagai segi,hubungan orangtua ayah dan ibu juga ikut mewarnai karakter anak.Ayah yang masa bodoh dan cuek bahkan tidak mampu memahami, tidak mampu berkomunikasi dengan baik tentulah me ciptakan jurang pemisah, dengan alasan apapun seorang ayah yang sudah merasa bekerja keras bahkan sampi malam tapi tanpa bisa membangun komunikasi yang baik itu bukan ayah yang baik.Materi memang perlu namun kedekatan emosional dengan anak jauh lebih penting. Karena apa yang kita berikan pada anak disitulah anak akan belajar. Contoh seorang ayah hanya tinggal memberi uang ketika anak butuh uang, dan ayah hanya langsung memberikan saja.Maka suatu saat anak juga pasti menganggap ayah adalah mesin uang dimana kita butuhkan ? Apakah orangtua mau dianggap demikian,tentusja tidak bukan.Maka sejak awal penanaman pola asuh orangtua itu sangatlah penting.
Apapun buatmu sayang.........orangtua terlalu sayang pada anak, dan orangtua mampu untuk itu,bisa dilakukan asalkan harus dengan komitment sejak awal pada anak.Anak akan dituruti jika mau patuh pada orangtua,jika menyetujui kesepakan yang telah dirancang bersama. Keadaan ini menjadikan anak juga senang karena yang diinginkan terpenuhi namun orangtua masih punya power sebagai pemegang kendali anak, sehingga tidak serta merta anak bersikap semau gue tanpa ada konsekuensi apapun.
Komentar
Posting Komentar